Showing posts with label AREMA. Show all posts
Showing posts with label AREMA. Show all posts

Miro Pimpin Jacuzy Pemain arema


Tidak seperti biasanya, headcoach Arema, Miroslav Janu memimpin langsung program recovery di Hotel Citra Inn, Cikarang, kemarin sore. Pelatih asal Republik Ceko ini memimpin langsung jacuzy pemain yang tampil penuh lawan tim asal China, Shandong Luneng.
Pemain yang mengikuti jacuzy atau terapi air hangat dan air dingin ini antara lain Zulkifli, Purwaka, Waluyo, Bustomi, Juan Revi, Ridhuan dan Chmelo Roman. Mereka menjalani jacuzy dengan langsung mendapat pengawasan dari Miro.
“Ya, ini pemain yang main penuh lawan Shandong Luneng harus jacuzy, pemain lainnya latihan di lapangan,” ungkap Miro sebelum berendam di air hangat, kemarin sore. Pemain yang tak ikut jacuzi didampingi tiga asisten pelatih Arema.
Tony Ho, Joko Susilo dan Dwi Sasmianto memimpin latihan 10 pemain di lapangan Korem 503 Karawan. Mereka melahap menu latihan kondisi dan latihan teknik yang telah dipersiapkan Miro sebelumnya.
Pemain yang mengikuti latihan di lapangan antara lain Aji Saka, Kurnia Meiga, Benny Wahyudi, Roman Golian, Sunarto, Musafri, Fakhrudin, Noh Alamshah, Dendi Santoso dan Amirudin.
Menariknya, dari 10 pemain tersebut, ada nama Aji Saka yang sebenarnya tampil penuh menghadapi Shandong Luneng. Namun kiper muda ini tetap ikut latihan bersama pemain cadangan dan beberapa pemain yang menyusul dari Malang.
“Tidak apa-apa saya latihan di lapangan,” ungkap Aji yang langsung ditangani pelatih kiper Area, Dwi Sasmianto. Aji berlatih bersama Kurnia Meiga yang kebetulan tidak ikut ke China karena ada masalah paspor.
Sementara itu, dari 18 pemain yang dipersiapkan menghadapi Pelita Jaya, ada satu pemain yang hingga kemarin sore belum kelihatan. Leonard Tumpamahu, stoper Arema ini ternyata masih menyempatkan pulang lebih dulu ke Jakarta.
Untuk itu Miro pun memberi ultimatum kepada Leo untuk segera datang. “Kalau Leo tidak datang malam ini (tadi malam), dia sebaiknya tidak usah kesini, tapi langsung pulang saja ke Malang,” sebut Miro kemarin. (bua)

Lupakan Aib LCA , Arema Siap Kebiri Pelita Jaya


Usai menghadapi tim asal China, Shandong Luneng dalam pertandingan lanjutan Liga Champions Asia 2011 di Shandong Luneng, Rabu (20/4) kemarin, tim Arema kini berkonsentrasi penuh untuk menkebiri safee dan Pelita Jaya diKarawang, Minggu (24/4) besok.
Arema dituntut bisa melupakan kekalahan telak 5-0 di kandang Shandong Luneng itu. Bahkan tim asuhan Miroslav Janu ini sudah harus melupakan pertandingan LCA dan konsentrasi penuh pada pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2010/2011.
Pasalnya Arema sudah tidak ada lagi peluang lolos ke babak 16 besar LCA, sekalipun masih menyisakan dua pertandingan lagi. Justru tim berjuluk Singo Edan ini masih menyisikan peluang untuk mempertahakan gelar juara ISL jika mampu sapu bersih sisa pertandingan yang ada.
Pada putaran kedua ini, Arema menyisakan tiga laga away dan empat laga home. Diatas kertas Arema masih cukup berpeluang mengejar perolehan poin pimpinan klasemen sementara, Persipura Jayapura yang kini lebih banyak menyisakan laga away.
“Ya, sekarang kita harus konsentrasi pada pertandingan ISL daripada LCA, karena kita masih ada peluang untuk bisa mempertahankan gelar juara ISL,” ungkap striker Arema asal Singapura sekaligus kapten tim Arema, Noh ‘Along’ Alamshah.
Untuk itu, pemain Arema harus segera bangkit setelah kalah telak dari tuan rumah Shandong Luneng. Khususnya jelang menghadapi Pelita Jaya, Zulkifli dkk harus melupakan hasil lawatannya ke China itu, demi hasil maksimal di kandang Pelita.
Secara umum, dari sesi latihan tim Arema kemarin sore, pemain tampanya sudah mulai enjoy dengan kondisi mereka. Pemain tampak berlatih tanpa beban, meski baru saja dihajar Hang Peng dkk dalam pertandingan penyisihan grup G LCA itu.
“Kondisi pemain saya lihat cukup bagus, mereka bersemangat latihan sore ini, dan yang penting untuk laga berikutnya ini adalah semangat pemain dan mereka mau berlatih dengan baik,” ungkap asisten pelatih Arema, Tony Ho usai memimpin latihan di lapangan Korem 503 Karawang.
Pada sesi latihan kemarin sore, tidak semua pemain ikut dalam latihan di lapangan kompleks militer tersebut. Menyusul sebagian pemain yang tampil penuh lawan Shandong Luneng menjalani program recovery dengan jacuzy atau terapi air dingin dan air panas.
Pemain yang mengikuti latihan di lapangan antara lain Aji Saka, Kurnia Meiga, Benny Wahyudi, Roman Golian, Sunarto, Musafri, Fakhrudin, Noh Alamshah, Dendi Santoso dan Amirudin. Sedangkan pemain yang jacuzy yaitu Zulkifli, Purwaka, Waluyo, Bustomi, Juan Revi, Ridhuan dan Chmelo Roman.
Menurut pengakuan Tony Ho, pemain Arema sudah bisa melupakan hasil buruk di China kemarin. Mental bertanding pemain pun tidak ada masalah, dan siap untuk menghadapi pertandingan lanjutan ISL menghadapi Pelita Jaya di stadion Singaperbangsa, Karawang.
“Saya lihat mental bertanding anak-anak tidak ada masalah, mereka sudah siap untuk pertandingan berikutnya, kita lihat saja nanti,” yakin asisten pelatih asal Makassar ini usai memimpin latihan pemain di lapangan Korem 503 Karawang, kemarin sore.
Begitu usai latihan, terlihat tidak ada ketegangan di wajah mereka. Meski kemarin pagi, beberapa jam setelah tiba di Jakarta, pemain tampak lesu. Bukan karena kekalahan tersebut, namun perjalanan jauh yang mereka tempuh, membuat mereka kelelahan.
Tim Arema sendiri tiba di Citra Inn Hotel, Cikarang pukul 13.00 WIB, kemarin siang setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Jakarta. Sedangkan khusus pemain yang dari China, tiba di Hotel Aston Cengkareng pukul 02.00 WIB, Jumat (22/4) dini hari.
Itu setelah pesawat Garuda yang ditumpangi 15 pemain Arema dari Bandara Juanda Surabaya ke Jakarta mengalami delay. Praktis, rombongan tim Arema kembali dari Jinan, China dengan menempuh perjalanan hampir 20 jam. (bua/nug)

Arema Indonesia Waspadai Safee Sali


Peluang Arema Indonesia di Liga Champion Asia (LCA) tipis untuk bisa melaju ke babak selanjutnya, setelah dilibas 5-0 oleh Shandong Luneng (China) beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, tim berjuluk "Singo Edan" ini tidak akan larut, justru tim akan fokus menjalani laga lanjutan Indonesia Superliga (ISL) melawan Pelita Jaya, Karawang, Minggu 24 April 2011 besok.

Dalam pertandingan itu, tim yang diasuh pelatih asal Cekoslovakia, Miroslav Janu ini akan memberi perhatian lebih kepada penyerang Pelita Jaya asal Malaysia, Safee Sali.

"Saat ini, tuan rumah Pelita Jaya diperkuat oleh penyerang baru asal Malaysia yang sangat membahayakan, yakni Safee Sali. Sebabnya ia perlu dapat perhatian lebih," ujar Asisten Pelatih Arema, Joko Susilo, Jumat 22 April 2011.

Saat ini, skuad Arema Indonesia sudah berada di Karawang, dan Sabtu 23 April 2011 dijadwalkan melakukan uji lapangan Stadion Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat.

Sementara dalam menghadapi Pelita Jaya, sejumlah pemain Arema yang tidak bisa ikut ke China akan memperkuat tim itu kembali, seperti Noh Alam Shah, Kurnia Meiga, Denddy Santoso serta Roman Golian.

Joko berharap, dengan masuknya kembali sejumlah pemain tersebut pihaknya akan memasang target maksimal dengan poin penuh untuk mengangkat posisi klasemen sementara Arema.

Setelah meladeni Pelita Jaya, Arema kembali akan menjalani laga tandang selanjutnya melawan tuan rumah Semen Padang di Stadion Agus Salim, pada Kamis 28 April 2011.

Laporan: Ibrahim | Malang, umi

Dilibas Shandong , arema Siap Lampiaskan Ke Pelita Jaya


Peluang Arema FC melaju lebih tinggi di Liga Champions Asia (LCA) 2011 tertutup.Kekalahan lima gol tanpa balas dari tuan rumah Shandong Luneng dua hari lalu adalah penyebabnya.


Kini,konsentrasi Arema bisa fokus ke kompetisi domestik.Hanya,kekalahan besar dari Shandong tetap menyisakan duka.Apalagi,skor itu adalah kekalahan terbesar kedua skuad Singo Edanmusim ini. Sebelumnya di Djarum Indonesia Super League (ISL),Zulkifli Sukur dkk kalah 1-6 dari Persipura Jayapura pada Maret lalu. Efek kekalahan besar ini seolah jadi trauma.Sebab,setelah dikalahkan Persipura,Singo Edan kesulitan bangkit dan mendulang hasil kurang maksimal di sejumlah laga berikutnya.Pengalaman ini yang bakal diantisipasi Manager-Coach Arema Miroslav Janu sepulang dari China. Pelatih asal Republik Ceko ini memastikan timnya tak terkena efek domino setelah kekalahan besar itu.

Salah satu alasannya, pertarungan di LCA sangat berbeda dengan ISL sehingga pemain tak patut tertunduk terlalu dalam akibat hasil tersebut. ”Kami harus secepatnya konsentrasi ke ISL.Kami kalah di China karena banyak faktor, teknis maupun nonteknis.Pemain harus cepat melupakan dan hadapi pertandingan berikutnya,”tandas Miro,sapaan Janu. Menelan kekalahan lima gol sebenarnya bukanlah di luar dugaan.Datang dengan kekuatan seadanya dan menghadapi kesenjangan kualitas yang demikian lebar tak cukup menumbuhkan optimisme di benak Miro.Justru sang arsitek sempat berpikiran urung tanding jika saja kiper pelapis Aji Saka tak menyusul ke Shandong Stadium.

Bagi Miro,kekalahan lima gol masih bisa ditoleransi jika melihat fakta di lapangan. Dia sempat khawatir timnya jauh lebih buruk dan menjadi bahan tertawaan suporter tuan rumah.Menurut dia,perlawanan yang diberikan Zulkifli dkk masih dalam proporsi yang ideal di Negeri Tirai Bambu. Dengan merunut realita di atas,Miro tak terlalu memberikan pressurekepada pemain. Eks arsitek PSM Makassar ini yakin timnya bisa kembali ke performa semula saat bertarung di ISL.

Arema pun masih terus berupaya memburu Persipura yang berada di puncak klasemen.Kekuatan Arema setelah pulang dari China kembali komplet dan siap mengejutkan tuan rumah Pelita Jaya,Minggu (24/4). ●kukuh setyawan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...